Universitas Sahid (Usahid) Surakarta, Sabtu (22/8/2020), melepas 146 mahasiswa dalam acara wisuda ke-26. Mereka berasal dari sembilan program studi yakni Ilmu Komunikasi (14 orang), Desain Komunikasi Visual (31), Desain Interior (4), Psikologi (18), Administrasi Bisnis (3), Tehnik Industri (1), Tehnik Informatika (43), Ilmu Keperawatan (19), dan Farmasi (13). Sebanyak 53 wisudawan dinyatakan lulus dengan pujian atau cumlaude.
Terkait dengan masa pandemi yang belum berakhir, wisuda ke-16 ini dilakukan secara luring dan daring. Secara luring hanya diikuti sembilan mahasiswa yang merupakan perwakilan dari masing-masing program studi sementara lainnya dilakukan secara daring dengan menggunakan fasilitas zoom, yang juga disiarkan secara langsung melalui youtube universitas, agar prosesi wisuda dapat disaksikan masyarakat secara lebih luas. Turut memberikan sambutan dalam prosesi wisuda adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., serta Ketua Umum Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan, dan Sosial Sahid Jaya, Prof. Dr. H. Nugroho B Sukamdani, MBA., BET. Dipilihnya Menteri desa sebagai pemberi orasi ilmiah dalam kegiatan wisuda kali ini sehubungan program kampus merdeka yang dicanangkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan RI.
Rektor Usahid Surakarta, Dr. Ir. Mohammad Harisudin, M.Si dalam pidatonya mengatakan, terkait program kampus merdeka, Usahid Surakarta akan memfokuskan pada pengembangan ekonomi masyarakat desa. Saat ini tengah disusun program-program terkait dari masing-masing program studi untuk teknis pelaksanaannya nanti. Kepada wisudawan, rektor menegaskan jika bangsa ini sungguh sangat menunggu karya-karya dan peran mereka, terlebih bangsa Indonesia saat ini tengah mengalami masa sulit terkait pandemic covid-19 yang berdampak pada semua sektor. Karena itulah, saat ini menjadi momentum paling tepat bagi para lulusan Usahid Surakarta untuk mengabdikan diri kepada negeri dengan tanpa melupakan peningkatan kualitas diri melalui penajaman-penajaman dalam penguasaan teknologi informasi saudara. Para lulusan juga diminta menjadi trend setter perubahan sumberdaya manusia yang berkualitas, yang produktif, nasionalis, berbudi pekerti dan berintegritas. “Terbukalah atas setiap perubahan. Jadikan setiap perubahan sebagai momentum saudara untuk berdiri paling depan sebagai solusi berbagai masalah bangsa.” Pesan rektor kepada seluruh wisudawan.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan perihal pengelolaan Usahid Surakarta yang diapresiasi sebagai Unit Pendidikan tinggi terbaik dan terefisien pada tahun 2019 di antara seluruh Unit Pendidikan Tinggi dibawah Yayasan Sahid Jaya di Indonesia, 80 persen program studi telah terakreditasi B, kemudian dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, 14,5% dari jumlah dosen di Usahid memeroleh dana hibah kompetitif dari skema DRPM Dikti, dan sebanyak 38,7% dosen tersertifikasi. “Dari prestasi mahasiswa, tahun 2019/2020 ini terjadi lompatan prestasi dibanding tahun sebelumnya. Melihat data-data keberhasilan di atas, maka tidak mengherankan jika saat ini, Usahid Surakarta menjadi perguruan tinggi swasta pilihan lulusan SMU/SMK/Madrasah Aliyah dari 23 provinsi di Indonesia. “Beberapa kejuaraan nasional sudah dimenangkan mahasiswa. Selamat kepada para mahasiswa yang membanggakan,” tambahnya.
Terakhir, dalam menyambut perkuliahan Ddaring tahun akademik 2020/2021, Universitas Sahid Surakarta mendapat dukungan penuh dari Yayasan Sahid Jaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sarana pembelajaran; yang dengan ini semua, kami berharap semuanya diharapkan dapat mendukung capaian pembelajaran setiap mata kuliah.

sembilan mahasiswa perwakilan masing-masing Prodi , berfoto bersama usai pelepasan wisudawan wisudawati Usahid Surakarta ke-26. Pandemi Covid-19 menyebabkan tidak semua mahasiswa dapat mengikuti prosesi wisuda secara luring(Erwin Kartinawati)