VISI USS : Menjadi Universitas Unggul di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berjiwa kewirausahaan pada tahun 2020.

Seminar softskill ”Mencetak Wirausaha Muda Mandiri”

Pada hari Kamis, 12 April 2018 Universitas Sahid Surakarta menyelenggarakan seminar softskill” Mencetak Wirausaha Muda Mandiri”.  Pada jam 09.00 sampai dengan 12.00 DI Graha Sarjana Universitas Sahid Surakarta” Kegiatan ini  merupakan bagian dari salah satu  tahapan penelitian antar Perguruan Tinggi/PKPT ”Kajian Model Pengembangan Mahasiswa Wirausaha Untuk Meningkatkan Jumlah Wirausaha Baru di Universitas Sahid Surakarta” Penelitian Kerjasama antara Universitas Sahid Surakarta dengan Universitas Sebelas Maret(UNS) yang di danai DRPM Ristekdikti Tahun 2018. Ketua peneliti Rusnandari Retno Cahyani, SE., M.Si dan Destina Paningrum, SE., MM dari Program Studi Administrasi Bisnis,  dalam kegiatan seminar Rusnandari sebagai moderator dan Destina Paningrum sebagai ketua panitia seminar softskills. Seminar ini dengan sambutan pertama dari Ketua panitia Destina Paningrum, SE., MM, dan sambutan ke 2 oleh LPPM USAHID Ibu Evelyne henny lukitasari, S.Sn, M.Sn dan seminar di buka oleh bapak Wakil Rektor 1 Bapak Dr. M. Harissudin, M.Si.

PELATIHAN PEMADAMAN KEBAKARAN BAGI DOSEN KARYAWAN USAHID SOLO

Para karyawan di lingkup Universitas Sahid Surakarta, Jumat 13 April 2018, mendapat pelatihan dalam memadamkan kebakaran. Pelatihan ini sebagai langkah antisipasi sederhana bila terjadi kebakaran baik di lingkup universitas atau di tingkat rumah tangga. Pelatihan meliputi dua model yakni memadamkan api dengan alat tradisional serta menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Menurut Instruktur CV Mulia Abadi, Mukiroh, kejadian kebakaran di tingkat masyarakat kebanyakan berupa dua hal yakni akibat hubungan arus singkat listrik dan akibat bocornya gas elpiji. Di wilayah Surakarta sendiri angka kebakaran disebut cukup tinggi karena hampir tiap hari pihaknya mendapat l aporan untuk melakukan penanganan kebakara, dan kebanyakan akibat dari dua hal tersebut di atas. Banyak dari anggota masyarakat yang belum tahu cara memadamkan api, lebih-lebih dalam situasi tersebut hampir dipastikan masyarakat sudah panik. kunci utama bila terjadi kebakaran adalah pertama mematikan semua saluran listrik kemudian bila menggunakan alat tradisional, alat yang dapat digunakan salah satunya karung goni yang telah dibasahi air. Tidak harus karung goni tetapi bisa pula menggunakan handuk, kain, selimut dan sebagainya asal tidak berbahan dari plastik. Tutupkan lembaran karung yang telah dibasahi air, jangan dilempar, dan biarkan, jangan langsung diangkat. Tutupi bagian api yang belum tertutup kain goni dengan cara digeser, tidak diangkat. Pastikan menutup regulator tabung gas elpiji bila bepergian cukup lama atau lepas dari tabung untuk alasan keamanan. Bila kebocoran gas terjadi di tengah selang, cukup cabut regulator, dan tidak perlu mengurusi bagian yang terbakar. “Kuncinya semua ada di regulator, kalau regulator ditutup atau dicabut otomatis akan mati apinya karena saluran gas tidak ada,” jelas Mukiroh.