VISI USS : Menjadi Universitas Unggul di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berjiwa kewirausahaan pada tahun 2020.

Farmasi (NEW)

Visi Program Studi

Visi Program Studi Farmasi adalah :

Menjadi Program Studi S1 Farmasi yang unggul dan menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten dan berjiwa wirausaha di tingkat nasional.

Misi Program Studi

Misi Program Sudi Farmasi adalah :

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi yang memenuhi standar kualitas pendidikan.
  2. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan tinggi farmasi secara profesional, kompeten dan berjiwa wirausaha.
  3. Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi kepada pengembangan IPTEKS, produk dan kewirausahaan di bidang kefarmasian.
  4. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan IPTEKS kefarmasian dan kesehatan.

Tujuan

Program studi S1 Farmasi Universitas Sahid Surakarta bertujuan menghasilkan lulusan Sarjana Farmasi yang unggul, profesional, bermoral dan berjiwa kewirausahaan, serta mampu

  1. Melakukan uji coba kimia, hayati dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman;
  2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi;
  3. Melakukan penelitian terhadap pengembangan ilmu dan obat;
  4. Menerapkan ilmu kefarmasian sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kompetensi Lulusan

Lulusan S1 Farmasi Universitas Sahid Surakarta diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut;

Kompetensi utama :

  1. Mempunyai pengetahuan umum, keterampilan dan perilaku yang berhubungan dengan ilmu sosial, kesehatan dan etika yang membentuk dasar dari asuhan kefarmasian yang sesuai dengan budaya, dan etika bangsa Indonesia.
  2. Mampu berpartisipasi aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat
  3. Mampu melaksanakan fungsi pelayanan konsultasi, informasi dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita, tenaga kesehatan lain atau pihak yang membutuhkan
  4. Mampu melaksanakan fungsi pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan cara laboratarium yang baik
  5. Mampu melakukan penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan
  6. Mampu melaksanakan fungsi distribusi obat dan perbekalan kesehatan lain dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi serta peraturan yang ada
  7. Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsi-fungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita, pemilihan obat yang tepat, pemberian dan penyediaan obat, pemantauan efek obat, dan pendidikan penderita.
  8. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan
  9. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan

Kompetensi Pendukung:

  1. Mampu menghasilkan farmasis yang kritis, berwawasan nasional, berkepribadian menarik yang dapat mengisi peluang kerja lintas sektoral
  2. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di lingkungan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kefarmasian.
  3. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sarana yang dimiliki dan sesuai dengan kebutuhan
  4. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.
  5. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan
  6. Mampu mengembangkan diri dalam melaksanakan komunikasi terapeutik sebagai pendukung pelayanan Kefarmasian

Kompetensi lainnya:

  1. Mampu melakukan koordinasi dan berkontribusi dalam penyusunan kebijakan dalam bidang obat dan kesehatan, seperti dalam hal pemilihan, pengadaan dan distribusi obat.
  2. Menguasai komunikasi terapeutik dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian.

Peluang Kerja

  1. Bidang Farmasi industri
  • Research dan development bertugas menentukan formula, tekhnik pembuatan, dan menentukan spesifikasi bahan baku yang digunakan. Pengembangan produk yang dilakukan mulai dari skala laboratorium, skala pilot hingga skala produksi.
  • Quality control, secara umum mencakup monitoring, uji-tes, dan memeriksa semua proses produksi yang terlibat dalam produksi produk tersebut. Memastikan bahwa standar kualitas perusahaan terpenuhi oleh komponen dari produk yang disediakan oleh perusahaan.
  • Quality assurance, yaitu bertugas dan bertanggung jawab terkait peran jaminan kualitas.
  1. Bidang Farmasi Komunitas, seorang sarjana farmasi memiliki kesempatan bekerja di apotek, klinik, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dan Rumah Sakit.
  2. Dunia Pendidikan, sebagai guru atau dosen dalam bidang farmasi. Biasanya untuk menjadi tenaga pendidik di bidang farmasi khususnya, Anda diharuskan menyelesaikan kuliah sampai jenjang S2 Jurusan Farmasi.
  3. Bidang penelitian, Prospek kerja Jurusan Farmasi di bidang penelitian cocok bagi anda yang lebih berminat untuk menemukan sesuatu yang baru, atau menciptakan inovasi baru. Anda dapat menjadi seorang peneliti seputar obat-obatan.
  4. Lembaga pemerintahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, atau disingkat BPOM merupakan salah satu lembaga resmi pemerintah dalam urusan pelegalan obat dan makanan. Hal ini menjadi prospek kerja Jurusan Farmasi bagi anda yang minat bekerja dalam naungan pemerintah.
  5. Pedagang besar farmasi, PBF juga menjadi salah satu prospek kerja Jurusan Farmasi, karena sesuai namanya yaitu Perusahaan Besar Farmasi. Akan diperlukan seorang yang faham, dan ahli dalam bidang farmasi.