VISI USS : Menjadi Universitas Unggul di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berjiwa kewirausahaan pada tahun 2020.

LDK Usahid Surakarta Mengikuti Dauroh Tahsinul Qiro’ah II

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Sahid Surakarta untuk kedua kalinya mengikuti Dauroh Tahsinul Qiro’ah II pada hari Ahad, 15 Oktober 2017. Acara yang diadakan di Nurul Huda Islamic Center Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini merupakan kelanjutan dari Dauroh Tahsinul Qiro’ah I pada tanggal 8 Januari 2017 di Hotel Aziza Solo. Pemateri acara ini adalah Ustadz Edi Sumianto, S.Pd.I. dari Rumah Tahsin Ashabul yang juga merupakan pengajar kelas tahsin di Universitas Sahid Surakarta. Pada dauroh II ini Usahid Surakarta diwakili oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik, Muhammad Djufran (Teknik Industri) dan I Tangkas Mer’adh Winner Mustara (Teknik Informatika). Peserta dauroh II berhak mengikuti dauroh III yang direncakanan akan diadakan pada akhir tahun ini.

Materi Dauroh Tahsinul Qur’an II ini menitikberatkan pada bacaan panjang atau yang lebih dikenal dengan bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid. Karena banyak dari kaum muslimin yang sudah bisa membaca Al Qur’an namun tidak memperhatikan tajwidnya. Pengucapan huruf, panjang pendek, dan hukum bacaanya sering tidak di perhatikan. Padahal saat membaca Al Qur’an dan salah dalam tajwidnya itu mengakibatkan perubahan arti kata dari Al Qur’an itu sendiri. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan mahasiswa yang mengikuti dauroh dapat membagi ilmunya dengan saudara – saudara mereka yang tergabung di kelas tahsin LDK Usahid Surakarta. Sehingga mahasiswa Usahid Surakarta pada umumnya dan anggota LDK pada khususnya dapat membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam.

Gerak Mahasiswa Teknik Industri USS dalam Forum IMTII

Jika idealisme ialah kemewahan yang hanya dimiliki pemuda, akan diisi dengan apa periode kalian sebagai mahasiswa ? Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan. Namun merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan. Nikmati kehidupan kampus dengan terus mengasah. Jangan habiskan waktu dengan terus berkeluh kesah karena kalian adalah anak-anak muda pilihan yang berkesempatan merengguk dalamnya sumur ilmu pengetahuan …” – Najwa Syihab –

Mahasiswa bukan lagi siswa yang masih harus mendapat banyak dikte dari gurunya. Mahasiswa adalah agen perubahan, pengendali kehidupan sosial masyarakat, dan sebagai iron stock (calon pemimpin bangsa). Mahasiswa dituntut untuk berfikir kritis, berjiwa mandiri, dan terus semangat memperbaiki diri sambil menggali potensi. Semua karakter itu tidak bisa diperoleh hanya dengan mengikuti perkuliahan di kelas. Mahasiswa perlu wadah untuk bisa mengembangkan ide, berdiskusi, bekerjasama dan akhirnya mewujudkan karya nyata.

Di Indonesia, mahasiswa teknik industri memiliki suatu wadah untuk saling bertukar ide, bekerja sama untuk menjadi sarjana yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat. Wadah tersebut adalah IMTII (Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Indonesia). Melalui IMTII, mahasiswa Teknik Industri di seluruh Indonesia bahu membahu untuk belajar tentang keilmuan Teknik Industri serta bagaimana memanfaatkan ilmu tersebut di masyarakat.

Empat orang sebagai perwakilan mahasiswa Teknik Industri Universitas Sahid Surakarta telah mengikuti Rapat Kerja IMTII pada tanggal 30 September 2017 di Tegal. Mereka adalah Samsudin, Asmuni, Wijaya Saputra, dan Muhammad Eko.

Kalau kita ikut IMTII, apa yang belum ada di masing-masing kampus dapat dilengkapi satu sama lain. Misalnya untuk kelengkapan materi perkuliah, kegiatan mahasiwa, atau yang lainnya. “ ungkap Eko.

Kesuksesan bukan milik mereka yang study oriented dan bukan pula mereka sang organisator yang sering tidur ketika kuliah. Kesuksesan adalah milik mereka yang mau dan berani berjuang untuk menciptakan kesempatan-kesempatan sukses bagi dirinya sendiri.

Salam mahasiswa.