VISI USS : Menjadi Universitas Unggul di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berjiwa kewirausahaan pada tahun 2020.

Prodi Ikom USS dan Radar Solo Gelar Seminar dan Workshop Jurnalistik

Program Studi Ilmu Komunikasi dan Jawa Pos Radar Solo, Senin 16 Oktober menggelar seminar dan pelatihan jurnalistik. Acara ini juga turut diisi literasi perbankan dari Bank Rakyat Indonesia Cabang Sudirman Surakarta. Seminar mengangkat tema “Integritas Media Online dan Media Cetak di Era Konvergensi”. Selaku narasumber adalah Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Solo, Tri Wahyu Cahyono, dan Dosen Bidang Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi USS, Erwin Kartinawati, S.Sos., M.I.Kom.

Wahyu, demikian Wakil Pimred Jawa Pos Radar Solo biasa dipanggil memaparkan situasi media massa saat ini khususnya media cetak pasca boom internet. Karena itu, untuk terus bertahan atau tidak mati maka media cetak memang mau tidak mau harus berkonvergensi dengan memanfaatkan internet, sehingga konten media cetak dapat juga dinikmati secara online. Para mahasiswa khususnya generasi muda didorong untuk dapat memanfaatkan kecanggihan tehnologi di era digital ini dengan ikut memberikan sumbangsih konten positif, sehingga dapat mendatangkan aspek manfaat lebih tak hanya bagi diri sendiri namun juga masyarakat. Untuk dapat menghasilkan konten yang dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, Wahyu menambahkan perihal hal-hal yang dapat digunakan sebagai dasar sesuatu dapat diangkat menjadi berita, misalnya memiliki nilai penting, menyangkut hajat hidup orang banyak, unik, baru, menyentuh perasaan, dan lain sebagainya.

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) Usahid Surakarta

Pada Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Perguruan Tinggi Se-ASEAN tahun 2016 yang lalu, Presiden RI Joko Widodo menyatakan Indonesia membutuhkan 5,8 juta pengusaha muda baru apabila ingin memenangkan kompetisi di era pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pasalnya, jumlah pengusaha yang ada saat ini jumlahnya baru mencapai 1,56 persen padahal standari bank dunia menyaratkan 4 persen “Menuju 2 persen kita masih butuh 1,7 juta pengusaha. Menuju 4 persen kita butuh 5,8 juta pengusaha muda,” tutur Presiden Jokowi seperti dikutip dari halaman tempo.co. Presiden juga berharap peran perguruan tinggi dalam menciptakan para pengusaha muda “Bayangkan bangsa ini mau jadi apa ke depan. Kesadaran nasional bahwa bangsa Indonesia butuh entrepreneur yang cerdas. Tentunya harus ada sinergi antara kampus dan perguruan tinggi,” kata Jokowi.

Sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi, Kemristekdikti berupaya membantu perguruan tinggi untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki keterampilan dan mencapai level kreatif dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Seperti dikutip dari Pedoman PKM 2017, PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap, tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.