VISI USS : Menjadi Universitas Unggul di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berjiwa kewirausahaan pada tahun 2020.

Dua Guru Besar Isi Kuliah Umum Mahasiswa Baru

 

 

 

 

 

Dua guru besar yakni Prof. Dr. Sahid Teguh Widodo dan Prof. Dr. Kohar Sulistyadi, MSIE menjadi pembicara utama dalam kuliah umum mahasiswa baru Universitas Sahid Surakarta (USS), Jumat 15 September 2017, di lantai empat Grha Sarjana USS. Prof. Dr. Sahid Teguh Widodo merupakan Guru Besar Onomastika Universitas Sebelas Maret Surakarta, sedangkan Prof. Dr. Kohar Sulistyadi, MSIE merupakan guru besar di Universitas Sahid Jakarta sekaligus mantan Rektor USS.  Prof. Kohar memberikan semangat kepada mahasiswa baru sesuai semangat diusung USS sebagai kampus kewirausahaan, dengan memberikan tema tentang bagaimana menjadi sarjana yang berjiwa wirausaha.

Wirausaha menurutnya adalah orang yang mampu mengubah segala sesuatu menjadi memiliki nilai. Ia mampu meraih keuntungan namun tetap memiliki perhitungan perihal risiko. Jiwa kewirausahaan harus dimiliki oleh setiap mahasiswa USS karena kewirausahaan bukan semata persoalan urusan kecerdasan akademis maupun mampu menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna, tetapi jiwa yang dinamis dalam menangkap tantangan menjadi peluang tersendiri. Karena itu jiwa kewirausahaan penting untuk ditanamkan dalam diri setiap mahasiswa USS karena dengan jiwa tersebut maka semua mahasiswa baik dalam kurun berjalan maupun setelah lulus kuliah, mampu menjadi inovator sekaligus perencana. Dengan kemampuan itu maka seseorang akan mampu melihat, membaca dan menilai peluang serta mengelola sumber daya dibutuhkan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, untuk meraih kesuksesan.

Prodi Ilmu Komunikasi USS Gelar Sharing Knowledge of Public Relation dengan PT KAI

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Surakarta menggelar sharing of knowledge of  public relationdengan menghadirkan praktisi dari bidang kehumasan, Vice President Corporate Communications PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, Kamis 24 Agustus 2017. Tema diangkat “Strategi dan Inovasi Public Relation (PR)  di Era Digital : Memantik Kreativitas di Masa Krisis. Eva yang juga peraih platinum di ajang PR Indonesia Award 2017 the Best Corporate Communications Program  Kategori perusahaan Swasta Nasional ini menegaskan PR memiliki peran sangat vital dalam pengembangan suatu institus atau organisasi. PR menjadi salah satu kunci suatu organisasi dikenal atau tidak oleh masyarakat. Tugas PR tak berhenti di situ namun harus mampu menciptakan kepercayaan publik atau masyarakat  terhadap institusi tempat ia bernaung. Contoh untuk PT KAI maka peran PR juga harus turut mampu menumbuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus menggunakan jasa PT Kereta Api Indonesia. Perkembangan tehnologi di bidang komunikasi turut membuat PR menyesuaikan program-program dimiliki. Program tak hanya diperuntukkan bagi publik luar PT KAI namun juga untuk internal PT KAI.  Persoalannya adalah ketika muncul kabar tidak baik maka cara menyikapinya adalah tidak dengan diam atau menghindari kejaran media massa. Justru, PR harus dapat memanfaatkan situasi dengan mengoptimalkan alat-alat dimiliki sehingga yang kepercayaan publik tidak jatuh. Cara mengelola kepercayaan publik (managing trust) adalah dengan selalu memberikan informasi terkini tentang perusahaan, mau membuka jalur komunikasi lebih dahulu, mudah dihubungi dan bersedia memberikan informasi termasuk memitigasi persoalan yang dapat menjadi potensi krisis PR. Selalu menjaga hubungan baik dengan stakeholder juga menjadi kunci dalam mengelola kepercayaan masyarakat.  Dalam bekerja PR dapat menggunakan apapun dan harus selalu mengikuti perkembangan terbaru termasuk tehnologi, mulai dari membuat website, iklan, pameran, workshop, membuat buku, press tourmerchandise untuk konsumen dan program-program lain untuk menjaga loyalitas konsumen. (Erwin K)