Keluarga besar Universitas Sahid Surakarta (Usahid Solo), Selasa (26/5/2020), menggelar halal bi halal melalui fasilitas google meet. Acara halal bi halal digelar secara virtual atau tidak secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya terkait pandemi covid-19. Rektor Usahid Solo, Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si., dalam sambutannya memberikan kekuatan dengan mengatakan jika wabah yang terjadi saat ini adalah bentuk ujian Allah SWT kepada manusia agar kembali kepada kebaikan atau menjalani hidup sesuai ketetapan Ilahi.
“Tugas manusia untuk menjalani setiap ujian dengan sabar dan tawakal. Karena wabah ini datang dari Allah, maka kita diwajibkan yakin bahwa Allah juga akan memberikan solusinya. Jikapun akhir dari pandemi ini tidak segera kunjung datang, maka ini juga bagian dari ujian. Kita harus terus bersabar dan tetap istiqomah di jalan-Nya. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan solusi dari arah yang mungkin tidak kita sangka” papar rektor.
Perihal ketetapan Allah sebagaimana disampaikan oleh rektor tersebut di atas, dikuatkan dalam tausiah yang disampaikan oleh Ahmad Syamsul Bahri, M.Kes. Wabah corona memang menimbulkan kekhawatiran bahkan ketakutan hampir bagi setiap penduduk bumi, seolah-olah situasi ini adalah akhir dari hidup di dunia dan manusia sekadar menunggu datangnya ajal. Namun sesungguhnya, sebagai manusia beriman kita tidak perlu khawatir berlebihan sebab tanpa ada corona, kematian itu pasti datang yang waktunya tidak dapat ditunda atau dimajukan. Ujian dalam bentuk kelaparan, kekurangan, penyakit, dan lain sejenisnya sendiri telah dituliskan dalam Al-Quran, di antaranya dalam QS Al-Baqarah : 155. Namun perlu diingat jika di akhir ayat, Allah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar berupa ampunan, rahmat, dan juga petunjuk, sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat selanjutnya. Dari sini, Syamsul menegaskan bahwa cara mensikapi wabah ini adalah dengan cara bersabar.
Dengan bersabar sebagaimana dituliskan dalam QS Az Zumar bahwa pahala bagi orang bersabar adalah dihapuskan dosa serta dimasukkan surga dengan tanpa hisab. Dalam hadist Riwayat Abu Daud , Rasul bersabda jika pahala orang bersabar adalah tidak ada batasnya. Jika kemudian kita meninggal dalam kondisi wabah, insyaAllah dikategorikan sebagai kematian karena jihad/berjuang di jalan Allah. Karena itu, bagi orang beriman, tidak perlu ada kekhawatiran berlebih sebab sekalipun jasad kita ditolak oleh orang-orang di muka bumi, namun kehadiran kita di nanti sebagai penghuni surga. Hal lain yang didapat dari bersabar adalah diluaskan rezeki. Rezeki tidak selalu dimaknai dalam bentuk uang dan jenis materi lainnya namun dalam bentuk kesehatan, anak-anak yang sholeh sholihah, tetangga yang baik, pimpinan yang baik, juga merupakan bentuk rejeki yang nilainya tidak terhingga. Hal lain yang dapat kita lakukan sebagai orang beriman dalam menghadapi pandemi ini adalah dengan memerbanyak sholawat nabi sebab Allah berjanji memberikan syafaatnya kepada siapa saja yang mau bersholawat. “Dengan memerbanyak sholawat nabi, InsyaAllah akan diselamatkan dari corona. Dalam situasi wabah ini, bukankah kita masih dicukupkan rezeki oleh Allah. Alhamdulillah Usahid masih tetap eksis, tidak kekurangan pangan, kita diberikan kesehatan, anak-anak kita bertambah amalan, mengaji dan menghafal Quran, itu adalah rezeki dari Allah SWT,” tegas Syamsul Bahri, yang juga merupakan salah satu pengurus masjid Usahid Solo.
Meski dalam situasi wabah dan adanya imbauan menjaga jarak, Syamsul Bahri menegaskan tetap perlunya menjalin dan menjaga silaturahmi karena dengan silaturahmi sesuai hadist Nabi mampu memerpanjang usia dan juga rezeki. Silaturahmi tetap dan harus dilakukan meski secara virtual atau tidak harus berpeluk dan berjabat tangan. “Halal bi halal ini bentuk silaturahmi dan insyaAllah setelah berpuasa, dosa kita diampuni oleh Allah, maka wajib bagi kita meminta maaf kepada sesama agar semua dosa kita termaafkan” sambungnya.
Khusus mengenai kegiatan akademik, Wakil Rektor II, Sri Huning Anwariningsih, M.T, mengatakan jika Usahid Solo akan kembali aktif pada tanggal 2 Juni 2020 namun masih khusus untuk dosen dan karyawan. Sementara untuk mahasiswa, menunggu keputusan dari LLDIKTI, yang akan diumumkan secara resmi di waktu selanjutnya.