Google News Initiative, Internews, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Surakarta, menggelar pelatihan cek fakta pada berita di media online, Sabtu (30/11/2019).
Pelatihan diampu oleh Rini Yustiningsih dan Syifaul Arifin dari AJI yang kesehariannya bekerja sebagai redaktur Harian Umum Solopos. Fokus dari pelatihan ini untuk memberikan pemahaman dan mengasah keterampilan para anggota komunitas akademik untuk dapat memanfaatkan sejumlah tools di internet. Pemanfaatan tools utamanya untuk melakukan verifikasi data yang banyak beredar di dunia maya. Tujuannya, memastikan apakah data yang beredar di dunia maya, fakta ataukah palsu (hoax).


Pelatihan cek fakta pada berita di media online sangat penting menilik informasi yang beredar di dunia maya dapat membawa pengaruh yang besar pada masyarakat, termasuk berujung pada disintegrasi bangsa. Motif orang membuat kemudian menyebarkan informasi ada bermacam-macam mulai ada yang karena tidak tahu namun ada yang sengaja. Yang sengaja inilah yang perlu diwaspadai karena membawa motif baik politik maupun ekonomi (uang). Oleh karena itu, masyarakat perlu tahu apakah informasi yang beredar di dunia maya itu, fakta atau palsu, sebelum menyebarkannya kembali ke pihak lain. “Kalau ada informasi yang salah, stop sampai di kita. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkannya ke orang lain. Jangan sampai kita mau jadi perpanjangan tangan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan di balik penyebaran informasi itu,” terang Syifaul Arifin.

Lantas bagaimana cara kita mengindetifikasi informasi yang tersebar di internet itu fakta atau bohong? Pertama dengan memastikan situs penyebar apakah situs abal-abal atau berkredibel. Salah satu sumber informasi palsu dan menyesatkan adalah situs-situs abal-abal yang memroduksi informasi demi uang, kepentingan politik, dan juga propaganda. Cek alamat situs jika ragu dapat menggunakan domainbigdata.com. Cek juga detail visual sebab banyak situs abal-abal dengan menyaru situs media mainstream. Selanjutnya adalah waspada jika terlalu banyak iklan sebab media abal-abal sekadar mencari click untuk mendapatkan iklan. Hal itu dapat dibandingkan dengan pakem media mainstream yang memiliki pakem seperti nama penulisnya jelas, cara menulis tanggal di badan berita, hyperlink-nya yang disediakan mengarah ke mana, narasumbernya kredibel, dan seterusnya. “ Cek di about us atau tentang kami. Media abal-abal tidak selalu anonim. UU Pers jelas mengatur bahwa media harus berbadan hukum dan ada penanggungjawabnya. Cek, ada alamat yang jelas dan siapa saja orang-orangnya. Selain itu ada pula Pedoman Pemberitaan Media Siber, “ tambah Rini Yustiningsih.

 


Langkah identifikasi berita hoax adalah waspada dengan judul-judul sensasional. Sebelum membaca atau menyebarkannya, cek berita ke situs mainstream. Apakah informasi yang sama ada di sana? Kalau ada, bacalah bagaimana situs mainstream melaporkan. Untuk foto atau video, dapat menggunakan tool Google Reverse Image Search pada foto utama. Situs abal-abal biasanya selalu mencuri foto dari tempat lain. Kita dapat mengidentifikasi apakah informasi hoax atau asli dengan memperhatikan detil mulai dari menelusuri nama gedung, toko, bentuk bangunan; plat nomor kendaraan;nama jalan; dialek orang yang berbicara; huruf-huruf yang menandakan bahasa; tugu atau monument; bentuk jalan. Verifikasi lokasi dapat menggunakan Google Maps dan Google Street View.
Lantas, bagaimana cara membersihkan data digital kita? Tips sederhana untuk digital hygiene adalah dengan update software; strong password dengan mengombinasikan huruf-angka-simbol; Jangan instal sembarang aplikasi; hati-hati mengklik link dari sumber-sumber tidak jelas; aktifkan antivirus setiap kali terhubung dengan internet; aktifkan 2 langkah otentikasi untuk email dan media sosial, serta back up untuk data penting. Cek seberapa kuat password Anda di https://howsecureismypassword.net/ dan periksa apakah Anda memiliki email yang dikompromikan dalam penyalahgunaan data https://haveibeenpwned.com/ (Erwin Kartinawati/Sofia Ningsih Rahayu Putri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *